Unud Matangkan Persiapan Akreditasi PT
Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Udayana melaksanakan Workshop Pendampingan Persiapan Akreditasi Perguruan Tinggi. Kegiatan dilaksanakan pada 24-25 April 2026 di Aula Gedung BH Fakultas Ekonomi dan Bisnis Kampus Denpasar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan akreditasi Universitas Udayana yang akan dilaksanakan tahun ini. Universitas Udayana telah terakreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) sejak tahun 2022 dan akan berakhir pada Desember 2026. Perpanjangan akreditasi dilakukan tahun ini untuk menjamin keberlanjutan mutu pendidikan dan reputasi perguruan tinggi.
Ketua LP3M Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Made Alit Karyawan Salain, DEA mengatakan, saat ini panitia tengah menyusun dokumen akreditasi berupa laporan kinerja perguruan tinggi (LKPT) dan laporan evaluasi diri (LED). Kedua dokumen ini disusun berdasarkan data kinerja universitas yang bersumber dari pangkalan data perguruan tinggi (PD Dikti). Data pada PD Dikti ini terintegrasi dengan SAPTO 2.0 (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online versi 2.0), yaitu platform daring yang dikembangkan untuk mempermudah pelaporan data akreditasi secara real-time, terintegrasi, dan transparan.
Lebih lanjut, Prof. Alit menjelaskan data pada PD Dikti yang terintegrasi dengan SAPTO 2.0 juga akan digunakan oleh asesor untuk menilai kinerja perguruan tinggi. Ia menegaskan, data pada PD Dikti harus tervalidasi, sehingga data tersebut dapat tersinkronisasi dengan baik pada SAPTO 2.0. Namun, dalam penyusunan kedua dokumen tersebut masih ditemui sejumlah kendala, baik jumlah maupun kualitas data pada PD Dikti.
Guna membenahi permasalahan data ini, LP3M Universitas Udayana menggandeng lima orang narasumber dan fasilitator dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendiksaintek untuk mendampingi panitia akreditasi. Prof. Alit menyampaikan, pihaknya berharap kendala ini dapat diselesaikan dengan baik dan dalam waktu yang singkat, karena data akan disubmit pada bulan Juni 2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D menyatakan, sistem akreditasi secara daring memiliki tantangan lebih besar. Selain itu, data yang diinput pada PD Dikti harus tervalidasi, sehingga perlu cermat dalam proses input data tersebut. Selain itu, tantangan panitia lainnya, yaitu tetap mempertahankan akreditasi unggul Universitas Udayana.
Kegiatan ini mengundang seluruh pimpinan dari tingkat kantor pusat, lembaga, fakultas, dan seluruh unit kerja di lingkungan Universitas Udayana. Kehadiran seluruh unit dalam setiap proses tahapan akreditasi menjadi komitmen bersama untuk mempertahankan akreditasi unggul Universitas Udayana.[HM]
UDAYANA UNIVERSITY