PELATIHAN PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF: LP3M UNIVERSITAS UDAYANA DORONG PENGUATAN PEMBELAJARAN BERDAMPAK

Denpasar, 5 Juni 2026 – Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Udayana menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Transformatif sebagai upaya memperkuat implementasi pembelajaran yang berorientasi pada dampak (impact-based learning) di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti oleh 75 peserta yang merupakan perwakilan fakultas di lingkungan Universitas Udayana serta peserta undangan dari berbagai perguruan tinggi di Bali.

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari Training of Trainers (ToT) Pelatihan Penerapan Pembelajaran Transformatif bagi Dosen Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui surat tindak lanjut yang diterbitkan Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, perguruan tinggi didorong untuk melakukan pengimbasan pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik yang diperoleh peserta ToT kepada dosen lain di lingkungan masing-masing sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pembelajaran transformatif yang berkelanjutan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala LP3M Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Alit Salain, M.S., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi paradigma pembelajaran di perguruan tinggi. Menurutnya, pembelajaran tidak lagi cukup berfokus pada pencapaian luaran pembelajaran (learning outcomes) dan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, tetapi juga harus mampu membentuk kesadaran kritis, karakter, kemampuan reflektif, serta kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. “Perguruan tinggi saat ini didorong untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga lulusan yang mampu menciptakan dampak dan perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya. Inilah semangat yang ingin dibangun melalui pembelajaran transformatif,” ujarnya.



Workshop menghadirkan dua narasumber yang membahas strategi implementasi pembelajaran masa depan. Materi pertama disampaikan oleh Prof. Ir. I Made Supartha Utama, M.S., Ph.D. dengan topik “Menyusun Rencana Pembelajaran Blended Learning” yang mengulas pentingnya perancangan pembelajaran yang mengintegrasikan keunggulan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring. Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Dr. I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan, S.Kom., M.Cs., peserta ToT Pembelajaran Transformatif dari Universitas Udayana, dengan topik “Membangun Pengalaman Belajar Bermakna Melalui Pembelajaran Transformatif”.

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pergeseran paradigma dari pembelajaran berbasis luaran (outcome-based learning) menuju pembelajaran berbasis dampak (impact-based learning). Pembelajaran transformatif menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya menguasai pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu melakukan refleksi kritis, membangun perspektif baru, serta menghasilkan kontribusi sosial yang nyata melalui proses pembelajaran.





Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Universitas Mahasaraswati Denpasar, Politeknik Pariwisata Bali, Politeknik OTC Gianyar, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, Universitas Dhyana Pura, serta Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesha. Kehadiran berbagai perguruan tinggi tersebut menunjukkan semakin meningkatnya perhatian terhadap pengembangan pembelajaran yang relevan dengan arah kebijakan Kampus Berdampak yang saat ini menjadi fokus pengembangan pendidikan tinggi nasional.

Melalui kegiatan ini, LP3M Universitas Udayana berharap para peserta tidak hanya mengimplementasikan pembelajaran transformatif pada mata kuliah yang diampu, tetapi juga berperan sebagai Agen Transformasi di fakultas masing-masing. Para peserta diharapkan dapat melanjutkan proses pengimbasan melalui pelatihan, lokakarya, dan berbagi praktik baik di tingkat fakultas sehingga semakin banyak dosen yang memahami dan menerapkan pendekatan pembelajaran transformatif. Dengan strategi pengimbasan berjenjang tersebut, adopsi pembelajaran transformatif di lingkungan Universitas Udayana diharapkan dapat berlangsung secara lebih luas, sistematis, dan berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan berdampak bagi mahasiswa maupun masyarakat.